Mamic Kampanyekan Penggunaan Peralatan Pelindung   Leave a comment

 Pelatih Persib Bandung Drago Mamic mengingatkan anak asuhnya untuk melengkapi diri dengan peralatan pelindung dalam setiap latihan. Hal tersebut guna mencegah terjadinya cedera pada pemain.

Pelatih asal Kroasia itu mendadak mengampanyekan penggunaan alat pelindung kaki pada pemainnya, karena Aliyudin mengalami cedera saat mengikuti latihan game internal Persib di Stadion Siliwangi, Sabtu pagi (18/2/2012) setelah berbenturan dengan Abanda Herman.

Mamic mengatakan, kejadian tersebut seharusnya tidak perlu terjadi kalau saja anak asuhnya memakai perlengkapan termasuk menggunakan pelindung tulang kering. Menurutnya pemain di sini terbiasa berlatih tanpa pelindung kaki dan akhirnya banyak terjadi pemain cedera, seperti dialami Aliyudin saat ini.

“Saya selalu mengingatkan pemain untuk membawa semua perlengkapan termasuk pelindung tulang kering. Kita lihat Aliyudin cedera saat latihan Sabtu (18/2/2012). Itu sangat riskan dan bisa menjadi cedera berat,” tegas mantan pelatih timnas Myanmar itu.

Mamic mengatakan sejak awal, dia sudah menginstruksikan anak asuhnya untuk memakai peralatan lengkap pada saat berlatih. Namun hingga saat ini masih saja ada beberapa pemain yang masih enggan menggunakan peralatan pelindung salah satunya pelindung tulang kering. Padahal menurutnya, peralatan tersebut sangat diperlukan oleh para pemain untuk menghindari risiko terkena cedera.

Menurutnya, di klub profesional lain, jika ada seorang pemain yang lalai dengan peranti pelindung lalu terkena cedera, maka pemain yang bersangkutan akan menanggung sendiri dampaknya. Klub bahkan akan memberi hukuman cukup berat kepada pemain tersebut.

“Klub profesional seharusnya memberikan aturan tegas kepada pemain yang tidak menggunakan pelindung saat latihan. Jika ada salah satu pemainnya yang cedera karena tidak memakai peralatan pelindung maka dia tidak akan menerima gaji dan bonus selama satu bulan. Karena cedera tersebut akibat kesalahannya sendiri. Ini sama saja ketika perusahaan asuransi tidak mau membayar klaim asuransi karena si pengemudinya tidak mengenakan sabuk pengaman,” ujar Mamic.

Untuk menghindari agar insiden itu tidak terulang kembali, Mamic akan berupaya mengubah kesadaran pemain setahap demi setahap. “Hingga saat ini saya masih terus menyuarakan mengenai penggunaan peralatan pelindung ini kepada pemain. Dan saya selalu mengingatkan mereka untuk peduli terhadap hal ini, dengan cara bertahap. Bukan dengan menghukum, Pelatih Persib Bandung Drago Mamic mengingatkan anak asuhnya untuk melengkapi diri dengan peralatan pelindung dalam setiap latihan. Hal tersebut guna mencegah terjadinya cedera pada pemain.

Pelatih asal Kroasia itu mendadak mengampanyekan penggunaan alat pelindung kaki pada pemainnya, karena Aliyudin mengalami cedera saat mengikuti latihan game internal Persib di Stadion Siliwangi, Sabtu pagi (18/2/2012) setelah berbenturan dengan Abanda Herman.

Mamic mengatakan, kejadian tersebut seharusnya tidak perlu terjadi kalau saja anak asuhnya memakai perlengkapan termasuk menggunakan pelindung tulang kering. Menurutnya pemain di sini terbiasa berlatih tanpa pelindung kaki dan akhirnya banyak terjadi pemain cedera, seperti dialami Aliyudin saat ini.

“Saya selalu mengingatkan pemain untuk membawa semua perlengkapan termasuk pelindung tulang kering. Kita lihat Aliyudin cedera saat latihan Sabtu (18/2/2012). Itu sangat riskan dan bisa menjadi cedera berat,” tegas mantan pelatih timnas Myanmar itu.

Mamic mengatakan sejak awal, dia sudah menginstruksikan anak asuhnya untuk memakai peralatan lengkap pada saat berlatih. Namun hingga saat ini masih saja ada beberapa pemain yang masih enggan menggunakan peralatan pelindung salah satunya pelindung tulang kering. Padahal menurutnya, peralatan tersebut sangat diperlukan oleh para pemain untuk menghindari risiko terkena cedera.

Menurutnya, di klub profesional lain, jika ada seorang pemain yang lalai dengan peranti pelindung lalu terkena cedera, maka pemain yang bersangkutan akan menanggung sendiri dampaknya. Klub bahkan akan memberi hukuman cukup berat kepada pemain tersebut.

“Klub profesional seharusnya memberikan aturan tegas kepada pemain yang tidak menggunakan pelindung saat latihan. Jika ada salah satu pemainnya yang cedera karena tidak memakai peralatan pelindung maka dia tidak akan menerima gaji dan bonus selama satu bulan. Karena cedera tersebut akibat kesalahannya sendiri. Ini sama saja ketika perusahaan asuransi tidak mau membayar klaim asuransi karena si pengemudinya tidak mengenakan sabuk pengaman,” ujar Mamic.

Untuk menghindari agar insiden itu tidak terulang kembali, Mamic akan berupaya mengubah kesadaran pemain setahap demi setahap. “Hingga saat ini saya masih terus menyuarakan mengenai penggunaan peralatan pelindung ini kepada pemain. Dan saya selalu mengingatkan mereka untuk peduli terhadap hal ini, dengan cara bertahap. Bukan dengan menghukum,

Iklan

Posted Februari 20, 2012 by dhiecobain in Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: